BaB 1 Teks Deskripsi
Pengertian Teks Deskripsi
Teks deskripsi adalah teks penggambaran mengenai suatu objek. Tujuan dari
dibuatnya teks deskripsi adalah unuk menggambarakan objek dengan cara memerinci
objek secara subjektif.
Dalam bahasa yang lebih sederhana, teks deskripsi dibuat untuk melukiskan
kondisi objek dari sudut pandang penulis.
Struktur Teks
Deskripsi
Setidaknya, struktur deskripsi terdiri dari tiga bagian. Antara lain:
1. Identifikasi
Berisi nama objek, lokasi, dan gambaran umum dari objek yang akan
dideskripsikan.
2. Deskripsi Bagian
Berisi rincian dari objek yang dideskripsikan. Pada bagian ini, objek
digambarkan secara rinci.
3. Penutup atau
Simpulan
Penutup berisi kesan umum yang isinya pandangan subjektif penulis mengenai
objek yang dideskripsikan.
Ciri Kebahasaan Teks
Deskripsi
1. Penggunaan Kalimat
Perincian untuk Mengkongkretkan
Kalimat perincian adalah kalimat yang fungsinya merinci kalimat yang
sifatnya umum. Misalnya jika kalimat umumnya adalah ‘Ibuku sosok yang baik’,
maka kalimat perinciannya berisi gambaran rinci dari baik yang melekat pada
sosok ibu. Baiknya bagaimana dan seperti apa?
2. Penggunaan Kalimat
yang Menggunakan Cerapan Pancaindera
Maksudnya adalah kalimat yang ketika disajikan akan membut pembacanya
seolah melihat, mendengar, meraba, merasa, atau mengecap. Misalnya
kalimat Hujan rintik membasahi pohon yang semula kering.
3. Penggunaan Kata
Berimbuhan
Kata berimbuhan adalah kata yang memiliki imbuhan. Misalnya memakan,
melihat, menyayangi, dsbg.
4. Penggunaan Sinonim
Sinonim adalah kata yang memiliki makna sama. Misalnya kata indah dengan
elok, memukau dengan mengagumkan, dsbg.
5. Penggunaan Kata
Depan
Kata depan adalah kata yang biasanya menyertai kata dasar dan posisinya ada
di depannya. Misalnya di, ke, pada, kepada, dan dari.
6. Penggunaan Kata
Khusus
Yakni lawan dari kata umum. Misalnya jika kata umumnya hewan, maka kata
khususnya monyet, marmut, cebong, dsbg.
7. Penggunaan Majas
Majas adalah gaya bahasa yang digunakan untuk memberi efek tertentu. Majas
banyak macamnya seperti personifikasi dan hiperbola.
Komentar
Posting Komentar