BAB 3 Teks Prosedur
Pengertian Teks Prosedur
Teks prosedur adalah teks yang berisi tahapan, cara, atau langkah-langkah
dalam melaksanakan suatu kegiatan.
Dalam khazanah penulisan populer, teks ini sering disebut juga teks how
to.
Struktur Teks Prosedur
Cara Membuat
1. Tujuan
Berisi pembukaan teks yang berupa tujuan pemilihan hal atau topik yang akan
dibahas tahap, cara atau langkah kegiatannya.
2. Bahan dan Alat
Berisi rincian bahan dan alat yang diperlukan dalam proses melakukan suatu
kegiatan.
3. Langkah
Berisi langkah-langkah dan rinciannya dalam melaksanakan suatu kegiatan.
4. Penutup
Berisi penekanan pada keuntungan dalam pembuatan.
Struktur Teks Prosedur
Cara Melakukan Pekerjaan
1. Tujuan
Berisi pengantar umum sebagai penanda apa yang akan dibuat atau dilakukan,
sekaligus berisi motivasi melakukan pekerjaan.
2. Langkah
Berisi urutan langkah, tahapan, atau cara dalam melakukan pekerjaan.
3. Penutup
Sifatnya pilihan, tidak wajib ada. Isinya hanya pelengkap saja. Bisa berupa
ucapan selamat atau motivasi kembali untuk melakukan tahapan,langkah, atau cara
dalam melakukan pekerjaan.
Unsur Kebahasaan Teks
Prosedur
1. Penggunaan Kalimat
Perintah
Yakni kalimat yang menuntut adanya reaksi tindakan ketika disampaikan.
Misalnya: Posisikan tubuh Anda di depan gawang!, Jangan pergi dulu, kemarilah!,
dsbg.
2. Penggunaan Kalimat
Rinci dan Memiliki Batasan
Sebagai teks yang bersifat perintah instruksional, isi teks prosedur harus
jelas, sehingga bisa diaplikasikan.
Contoh
kalimat rinci dan memiliki batasan: Selanjutnya, angkat tangan bagian
kanan.
Contoh tidak memiliki batasan:
Selanjutnya, angkat tangan.
3. Pengggunaan Kata
Keterangan (Cara, Alat, dan Tujuan)
Kata keterangan adalah kata yang fungsinya untuk menerangkan sesuatu.
Contoh
keterangan cara: dengan baik, dengan seksama
Contoh
keterangan alat: dengan palu, dengan kompor
Contoh keterangan tujuan: agar
tidak merusak kain, agar tidak gosong
4. Menggunakan Kalimat
Saran atau Larangan
Yakni kalimat yang fungsinya memberikan saran atau larangan
Contoh saran:
Sebaiknya lakukan dengan hati-hati.
Contoh larangan: Hindari jalan yang
berliku jika masih belajar mengendarai motor.
5. Penggunaan Imbuhan
Akhiran -i, -kan, dan -lah
Komentar
Posting Komentar